SEDIKIT demi sedikit tirai di panggung hukum terbuka. Semua orang terperangah dan ternganga-nganga menyaksikan wajah hukum yang selama ini borok. Buruk rupa ditutupi topeng dalam negara yang, menurut konstitusi, berdasar atas hukum.
A'aboud, hari menjelang senja. Matahari pun seolah enggan segera masuk kedunia lain diseberang sana. Sambil duduk memegang sebuah Mushaf kecil, aku memperhatikan mereka dari jendela kamarku....
Bangunlah, nak. Tataplah wajah ayah. Ayah ingin melihatnya. Apakah selama ini ayah telah melukai hatimu, nak....
Cuaca fajar itu terasa menusuk ke dalam tubugku. Saat aku membuka pintu rumah yang terbuat dari pelepah rumbia.Angin pagi pun meresap ke dalam badan melelui pori-pori. Di ufuk timur sudah mulai terpanjar cahaya yang akan menerangi jagat raya. Para petani mulai lalung-lalang dalam remang-remang penghujung malam. Mereka pergi ke tempat kerjanya masing-masing. Ada yang pergi ke kebun, ke sawah, ke laut untuk melabuh ke sekolah untuk mengajar, mereka mengenakan seragam khasnya masing-masing.
...